Berita Lingkungan: Dari Pinggiran ke Pusat Kesadaran Publik

Berita Lingkungan: Dari Pinggiran ke Pusat Kesadaran Publik

by karmil lia -
Number of replies: 0

 

Selama bertahun-tahun, Berita Lingkungan sering diperlakukan sebagai isu pinggiran. Ia muncul sesekali, biasanya saat bencana besar terjadi, lalu kembali tenggelam di bawah tumpukan berita politik, ekonomi, dan hiburan. Lingkungan seolah hanya relevan ketika menelan korban. Padahal, justru di sanalah letak kekeliruannya: lingkungan bukan isu tambahan, melainkan fondasi dari semua aspek kehidupan.

Perlahan, kesadaran itu mulai bergeser. Krisis iklim, banjir berulang, kekeringan, dan pencemaran yang kian terasa memaksa publik untuk memperhatikan. Lingkungan tidak lagi sekadar urusan aktivis atau ilmuwan. Ia hadir di meja makan, di tagihan kesehatan, dan di kualitas hidup sehari-hari. Berita lingkungan pun mulai bergerak dari pinggiran menuju pusat kesadaran publik.

Namun, perpindahan ini tidak terjadi dengan sendirinya. Ia lahir dari konsistensi peliputan dan keberanian editorial. Ketika media memilih menempatkan isu lingkungan sebagai berita utama, bukan sisipan, pesan yang sampai ke publik menjadi jelas: ini penting. Tanpa itu, lingkungan akan terus kalah oleh isu yang dianggap lebih “menjual”.

Berita lingkungan memiliki tantangan unik. Ia sering dianggap rumit, penuh data, dan kurang menarik. Padahal, di balik angka-angka itu ada cerita manusia. Ada petani yang gagal panen, nelayan yang kehilangan tangkapan, dan keluarga yang harus mengungsi setiap musim hujan. Ketika media mampu menghubungkan data dengan realitas hidup, lingkungan berhenti menjadi isu abstrak.

Sayangnya, masih banyak media yang menunggu bencana untuk meliput. Pola ini membuat publik selalu berada di posisi reaktif, bukan preventif. Berita lingkungan seharusnya tidak hanya melaporkan akibat, tetapi juga sebab. Tidak hanya mengabarkan kerusakan, tetapi juga mempertanyakan kebijakan dan praktik yang melahirkannya.

Memindahkan isu lingkungan ke pusat kesadaran publik juga berarti mengubah cara kita memandang pembangunan. Pertumbuhan ekonomi tidak bisa lagi dipisahkan dari keberlanjutan. Berita lingkungan berperan penting dalam membongkar narasi lama yang menempatkan alam sebagai korban yang wajar.

Ketika lingkungan menjadi topik utama, diskusi publik pun berubah. Kebijakan mulai diawasi, perusahaan dituntut bertanggung jawab, dan masyarakat terdorong untuk terlibat. Perubahan ini mungkin lambat, tapi penting.

Berita Lingkungan bukan tren sesaat. Ia adalah kebutuhan zaman. Selama bumi terus tertekan, isu ini harus tetap berada di pusat perhatian. Karena tanpa lingkungan yang sehat, tidak ada politik, ekonomi, atau masa depan yang bisa dibicarakan.